Beribu
kata pun akan terasa percuma. Berbagai kata telah terucap dari bibir ini,
berharap kau mengerti apa yang terjadi. Bukan karena aku, kamu atau dia. Semua
ini ku lakukan karena ku tak bisa menahan luka dan lara dalam hati ku, kau tak
tau betapa terlukanya aku saat ini. Mungkin kau bisa berkata bahwa aku telah
mendapat penggantimu. Aku telah mencoba untuk menjelaskannya padamu lewat
berjuta kata yang telah kurangkai. tapi tak juga kau percaya. Aku rapuh, aku
sakit. Tak taukah kamu saat kau berkata pada ku untuk ku tak menghubungi mu
lagi? Aku hanya bisa menangis. Bahkan sepatah kata pun tak mampu ku ungkapkan
untuk mewakili perasaan ku saat itu. Aku hancur. Aku tau kau begitu membenciku
saat ku berhadapa dengannya. Tapi haruskah kau ucapkan kata yang begitu
menyesakkan itu? tidak kah kau tau perasaan ku?
Telah
lama ku pendam perasaan sakit ku saat orang terdekatku menjatuhkan ku.
Membuatku menjadi tak menentu, segala pikiran ku buyar. Ku sengaja tak
menceritakannya padamu, karena aku terlalu sayang pada mu. Aku menyimpannya
sendiri. Membiarkan rasa ini mencambuk hatiku agar aku bisa tetap mencintai mu.
Agar kau tak perlu pergi dari hidupku. Jika kau bertanya mengapa ku berubah?
Maka jawabnya adalah karena ku lelah, aku lelah dengan semua keadaan ini, hati
ku lelah menahan sakit ini.
Dan
sekarang kau bertanya apa yang ada di fikiran ku saat ini. Satu-satunya
jawbannya adalah orang tua ku adalah orang yang terpenting dalam hidup ku.
Mereka tau yang terbaik untuk ku. Meskipun aku tau itu berat untuk ku, tapi ku
coba melakukannya, karena orang tua ku adalah hartaku yang paling berharga.
Maafkan
aku yang harus mengecewakan mu. Kulakukan ini semua karena ku cintai mu. Ku tak
ingin kau menahan luka yang lebih dalam dari pada ini. Karena ku tahu kau pasti
mau mengerti suatu saat nanti,..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar