Aloo temn”
Qhw pngen crita ttg pengalaman ku slama qhw ada d Sumatra..
>dengarkan curhat qhw :D<
Pada suat ketika ... jeng jeng jeng jeng .. >lebay<
Qhw adl anak SMPN 1 Kepanjen, qhw dikirim sebagai perwakilan dari smp qhw untuk mengikuti kegiatan JAMNAS (Jambore Nasional) yg ada di Sumatra. Tp sbnernya dr skl qhw gag cma qhw aja siih prwakilannya. Tepatnya qhw bersama teman qhw yg brnama Selvia Wisuda (anaknya kalem, berkerudung pula).
Aku berangkat dari kepanjen pada tgl 29 Juni, tepatnya pukul 12 WIB. Aku bersama teman-teman perwakitan dari gugus depa masing-masing se-kabupaten malang berangkat dg kendaraan bus. Saat itu kami sempat meneteskan air mata kami, karena rasa haru akan mninggalkan orang tua kami ntuk beberapa minggu. Apa lagi ketika kami melambaikan tangan pada kedua orang tua kami, orang tua kami pun ikut menangis.
Saat diperjalanan kami sangat merasa senang, ingin rasanya segera sampai dan segera brtemu dengan teman-teman kami di Nsantara ini. Kami berharap perjalanan kali ini mengashikan dan berjalan lancar. Tapi kenyataannya tidak. Ketika kami masih ada di kota blitar, bus yang kami naiki mogok di tengah jalan. Aduh... firasat kami benar” tidak enak saat it. Kami kesal, jengkel, marah. Karena masih di awal perjalanan saja mobil yang kita naiki sudah mogok. Apalagi di Sumatra sana ?? hadu ... tapi, mau tidak mau kita harus menunggu. Kami menunggu sekitar 2 jam saat itu. Setelah 2 jam menunggu, kami pun melanjutkan perjalanan kami degan hati yang harap-harap cemas.
Tak terasa perjalnan sudah terlampau lma, kami kelelahan dan istirahat d dalam bus. Saat kami bangun, bus yang kami naiki sudah brhenti di suatu tempat, tepatnya di suatu Masjid di kota Tegal. Kami segera turun untuk melaksanakan shalat subuh (bagi yg melaksanakan). Tak terasa kami berada di sana selama berjam-jam. Kami bertanya”, mngapa kmi harus ada di sini selama ini ? kami pun memberanikan diri bertanya kepada kakak pembina kami. Mereka berkata bahwa kami harus menunggu bus baru. Hft .. menunggu lai,, menunggu lagi, hanya itu yang dapat kami rasakan. Tak terasa kami sudah berjam-jam menunggu di sana. Kehidupan kami satu hari penuh ada di Masjid tersebut. Pada pukul 20.00 kami di jemput oleh bus dari dinas perhbungan kota tegal. Kami sangat marah, jengkel, dan hanya bisa berkata. Sabar.. sabar.. sabar.. karena waktu 16 jam bukan lah waktu yang singkat. kami sangat emosi saat itu. Bahkan kami berfikir bahwa kami akan terlambat dlm berjambore nanti. Setelah beberapa jam kami di perjalanan akhirnya kami sampai di pelabhan merak. Kami di turnkan di pelabuhan tersebut. Selama 2 jam kami terombang ambing di kapal. Hingga akhirnya kami sampai di Lampung. Perjalanan berikutnya, ternyata tidak lebih baik dari perjalanan yang sebelumnya. Kami harus naik bus angkutan umum.. bayangkan .. :( .. perjalanan yang harusnya menyenangkan hars kami jalani dengan menyeramkan.
Setelah beberapa jam kemudian kami turun di terminal. Kami mencari masjid terdekat. Kai pun akhirnya menemukannya. Di sana kami shalat lalu menunggu bus lagi. Rasanya kami sudah terlalu lelagh untk ini. Tag tersa kami sdah 7 jam berada disana. Sekitar pukul 10 malam bus yang kami nanti pun tiba. Kami benar” bad mood saat itu. Ternyata bus itu mogok lagi. Haduu.. rasanya kami ingin menangis. Akhirnya kami berangkat ke bumi berangkat ke bumi perkemahan Teluk Gelam naik bus umum lagi. Kami hanya bisa membawa 1 baju baju pramuka, alat mandi, tenda, dan matras. Hanya itu yang dapat kami bawa.
Dari terminal k bumi perkemahan kami harus menempuh perjalanan selama 12 jam. Akhirnya pada pukul 10 pagi kai itba di bumi perkemahan. Kami cepat-cepat mencri petak tenda kami. Kami sangat kesulitan saat itu, karena lahan yang sangat luas. Dan pada pukul 3 sore pun kami harus melaksanakan upacara pembukaan. Rasanya lelah sekali. Tapi itu lah resiko dan tanggu jawab yang harus kami tanggug.
Continued .....




