Sabtu, 09 Juni 2012

Apa itu Cinta?


Cerita ini adalah tentang sebuah kisah anak di masa mudanya yang mengalami proses pendewasaannya yaitu, jatuh cinta. Mungkin itu kata-kata yang sangat dini buat kita para remaja. Tapi kenyataannya proses pendewasaan itu perlu kita alami. Kenapa? Anggap saja itu adalah sebuah pembelajaran, atau langkah pertama kita untuk mengerti dan mendalami apa arti cinta sebenarnya. Meskipun hanya sebuah permainan.
        Disana kita akan merasakan skit hati, cemburu, iri, dan masih banyak lagi perasaan yang akan kita alami. Sebenarnya perasaan itu timbul karena kita merasa memniliki seseorang yang harus nya menjadi satu-satunya atau dalam kata lain mereka adalah tempat tumpuan kita bercerita dan mengeluarkan segala unek-unek yang ada. Jadi bila kita melihat ereka dengan orang lain kita akan merasa di tinggalkan dan merasa mereka lebih mementingkan orang lain di banding kita.
        Dan perasaan itu pun juga pernah ku alami. Aku mulai merasa tertarik atau merasakan cinta pertamaku di bangku 2 SMP. Mungkin itu adalah umur yang masih teramat belia untuk merasakan apa itu cinta? Tapi pada kenyataanya aku sudah mengalami yang namanya cinta pertama.
        Yang aku rasakan saat itu adalah canggung. Karena sebelumnya aku belum pernah punya pacar. Jadi aku dan pacar pertamaku hanya sekedar main-main saja. Selain itu juga aku tidak 1 sekolah dengannya. Dia adalah cowok yang ganteng, pinter, dan aktif di sekolahnya. Sampai akhirnya dia memilih untuk memutuskan aku 2 hari setelah hari ulang tahun ku. Itu menjadi sangat menyakitkan bagi ku. Apa lagi dia adalah cinta pertama ku. Dan dia adalah sosok yang paling dewasa yang pernah ku temui.
        Tapi dengan terpaksa aku menerima keputusannya itu, walaupun sangat sakit yang aku rasakan. Setelah beberapa hari dia mutusin aku, aku mendapat kabar kalau dia dekat dengan seorang wanita. Dan di sana aku menyimpulkan bahwa dia menduakan ku sejak waktu kita masih pacaran. Tapi ya sudah lah, mau gimana lagi?
        Beberapa bulan udah belalu, tapi aku masih aja belum bisa ngelupain mantan ku itu. sampai akhir nya pass 6 bulan aku putus sama dia, aku dapet pengganti dia. Dia teman sekelas  ku, dia termasuk anak yang nakal menurut ku. Tapi dia rela berubah untukku.
        beberapa bulan berlalu, sebenarnya aku masih menympan rasa pada cinta pertama ku. Apa lagi sifat mereka sngat berbeda. Sampai akhirnya di bulan ke3 aku mulai bisa melpakannya. Dan aat itu aku sudah benar-benar menyukainya.
        Mulai dari 3 bulan itu aku baru bisa merasakan nyamannya saat aku sama dia. Dia selalu ngelindungin aku. Tapi tiba-tiba saat aku ada acara dengan keluarga ku, salah satu dari keluarga ku ada yang mengerti kalau aku sudah mulai pacaran, apa lagi pacarku adalah seorang yang berbeda keyakinan denganku. Saat itu aku sangat terkejut, karena keluarga ku termasuk keluarga yang fanatik, beberapa bulan ku biarkan persaan ku tercampur aduk. Ada rasa bersalah, tapi di luar itu aku sangat menyayangi nya.
        Sampai akhirnya, aku memberanikan diri untuk memutuskannya, walau sangat berat. Dia mencoba untuk mempertahankan hubungan kita ber2. Tapi bagaimana pun juga aku lebih memilih ke2 orang tua ku.
        Tapi masalah tidak berhenti sampai di situ. Dia terus mendekati ku, berusaha agar kita bisa kembali,  tapi menurut ku itu hal yang tak mungkin. Dan saat ini aku baru tahu bahwa ternyata sahabatnya menyukai ku. Aku makin bingung. Karena mereka berdua adalah sosok cowok yang paling dekat dengan ku. Sama-sama perhatian dengan ku.
        Dan saat ini dia sudah tahu bahwa sahabatnya menyukai ku. Dan hubungan mereka pun mulai renggang, dan saat ini aku menganggap aku lah yang menjadi masalahnya. Saat aku menceritakan semua kepada sahabat ku, ia berkata bahwa aku harus menjauhi kedua nya. Tapi aku tidak bisa. Karena mereka adalah orang yang mengerti aku. Dan aku percaya suatu saat mereka akan mengerti bagaiman perasaan ku saat ini
        Dari kisah ku ini aku banyak belajar, kita harus mengerti bagaimana cara memperlakukan seseorang. Karena tidak semua orang mempunyai karakter yang berbeda. Maka kita harus siap dengan segala sesuatu yang nantinya akan terjadi. Termasuk kemungkinan terburuk sekalipun. Karena pada kenyataanya ini hanyalah sebuah miniatur dari kehidupan nyata yang nantinya akan kita hadapi. Dan sekarang adalah waktunya untu kita mempelajari itu semua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar