Cerita ini
adalah tentang sebuah kisah anak di masa mudanya yang mengalami proses
pendewasaannya yaitu, jatuh cinta. Mungkin itu kata-kata yang sangat dini buat
kita para remaja. Tapi kenyataannya proses pendewasaan itu perlu kita alami. Kenapa?
Anggap saja itu adalah sebuah pembelajaran, atau langkah pertama kita untuk
mengerti dan mendalami apa arti cinta sebenarnya. Meskipun hanya sebuah
permainan.
Disana kita akan merasakan skit hati,
cemburu, iri, dan masih banyak lagi perasaan yang akan kita alami. Sebenarnya perasaan
itu timbul karena kita merasa memniliki seseorang yang harus nya menjadi
satu-satunya atau dalam kata lain mereka adalah tempat tumpuan kita bercerita
dan mengeluarkan segala unek-unek yang ada. Jadi bila kita melihat ereka dengan
orang lain kita akan merasa di tinggalkan dan merasa mereka lebih mementingkan
orang lain di banding kita.
Dan perasaan itu pun juga pernah ku
alami. Aku mulai merasa tertarik atau merasakan cinta pertamaku di bangku 2
SMP. Mungkin itu adalah umur yang masih teramat belia untuk merasakan apa itu
cinta? Tapi pada kenyataanya aku sudah mengalami yang namanya cinta pertama.
Yang aku rasakan saat itu adalah
canggung. Karena sebelumnya aku belum pernah punya pacar. Jadi aku dan pacar
pertamaku hanya sekedar main-main saja. Selain itu juga aku tidak 1 sekolah
dengannya. Dia adalah cowok yang ganteng, pinter, dan aktif di sekolahnya. Sampai
akhirnya dia memilih untuk memutuskan aku 2 hari setelah hari ulang tahun ku. Itu
menjadi sangat menyakitkan bagi ku. Apa lagi dia adalah cinta pertama ku. Dan dia
adalah sosok yang paling dewasa yang pernah ku temui.
Tapi dengan terpaksa aku menerima
keputusannya itu, walaupun sangat sakit yang aku rasakan. Setelah beberapa hari
dia mutusin aku, aku mendapat kabar kalau dia dekat dengan seorang wanita. Dan di
sana aku menyimpulkan bahwa dia menduakan ku sejak waktu kita masih pacaran. Tapi
ya sudah lah, mau gimana lagi?
Beberapa bulan udah belalu, tapi aku
masih aja belum bisa ngelupain mantan ku itu. sampai akhir nya pass 6 bulan aku
putus sama dia, aku dapet pengganti dia. Dia teman sekelas ku, dia termasuk anak yang nakal menurut ku. Tapi
dia rela berubah untukku.
beberapa bulan berlalu, sebenarnya aku
masih menympan rasa pada cinta pertama ku. Apa lagi sifat mereka sngat berbeda.
Sampai akhirnya di bulan ke3 aku mulai bisa melpakannya. Dan aat itu aku sudah
benar-benar menyukainya.
Mulai dari 3 bulan itu aku baru bisa
merasakan nyamannya saat aku sama dia. Dia selalu ngelindungin aku. Tapi tiba-tiba
saat aku ada acara dengan keluarga ku, salah satu dari keluarga ku ada yang
mengerti kalau aku sudah mulai pacaran, apa lagi pacarku adalah seorang yang
berbeda keyakinan denganku. Saat itu aku sangat terkejut, karena keluarga ku
termasuk keluarga yang fanatik, beberapa bulan ku biarkan persaan ku tercampur
aduk. Ada rasa bersalah, tapi di luar itu aku sangat menyayangi nya.
Sampai akhirnya, aku memberanikan diri
untuk memutuskannya, walau sangat berat. Dia mencoba untuk mempertahankan
hubungan kita ber2. Tapi bagaimana pun juga aku lebih memilih ke2 orang tua ku.
Tapi masalah tidak berhenti sampai di
situ. Dia terus mendekati ku, berusaha agar kita bisa kembali, tapi menurut ku itu hal yang tak mungkin. Dan
saat ini aku baru tahu bahwa ternyata sahabatnya menyukai ku. Aku makin
bingung. Karena mereka berdua adalah sosok cowok yang paling dekat dengan ku. Sama-sama
perhatian dengan ku.
Dan saat ini dia sudah tahu bahwa
sahabatnya menyukai ku. Dan hubungan mereka pun mulai renggang, dan saat ini
aku menganggap aku lah yang menjadi masalahnya. Saat aku menceritakan semua
kepada sahabat ku, ia berkata bahwa aku harus menjauhi kedua nya. Tapi aku
tidak bisa. Karena mereka adalah orang yang mengerti aku. Dan aku percaya suatu
saat mereka akan mengerti bagaiman perasaan ku saat ini
Dari kisah ku ini aku banyak belajar,
kita harus mengerti bagaimana cara memperlakukan seseorang. Karena tidak semua
orang mempunyai karakter yang berbeda. Maka kita harus siap dengan segala
sesuatu yang nantinya akan terjadi. Termasuk kemungkinan terburuk sekalipun. Karena
pada kenyataanya ini hanyalah sebuah miniatur dari kehidupan nyata yang
nantinya akan kita hadapi. Dan sekarang adalah waktunya untu kita mempelajari
itu semua.